Rabu, 05 Desember 2012

koprasi syariah

Koperasi Syariah
Seperti yang telah banyak kita ketahui telah begitu banyak sistem bisnis yang beredar di masyarakat, akan tetapi banyak pula dari sitem bisnis tersebut yang bersifat menyesatkan seperti riba contohnya. Seperti yang telah kita ketahui sistem riba adalah sistem yang merugikan, karena alasan inilah ajaran agama manapun akan menentang sistem Riba tersebut, dan untuk mengatasi hal tersebut koperasi yang berbasis syariah dapat menjadi salah satu alternatif pilihan bisnis anda.
Dan pada artikel kali ini saya akan memberikan informasi tentang apakah koperasi syariah tersebut :
Tujuan Koperasi Syariah :
Tujuan Koperasi berbasis syariah tak berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta membangun tatanan prekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip dasar islam tentunya.
Fungsi Dari Koperasi Syariah :
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya.
  • Memperkuat daya insani para anggotanya agar lebih amanah, profesional dan konsisten di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
  • sebagai mediator antara penyandang dana dengan pengguna dana guna tercapai optimalisasi pemanfaatan harta.
  • mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di masyarakat.
  • Menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif para anggota
Landasan Koperasi Syariah :
  • Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan UUD 1945
  • Koperasi syariah berlandaskan kekeluargaan
  • Koperasi syariah berlandaskan syariah islam yaitu Al Qur’an dan As Sunnah dengan saling tolong menolong dan menguatkan
Prinsip Syariah Islam Dalam Koperasi Syariah :
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Keputusan di tetapkan secara musyawarah dan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen
  • Pengelolaan dilakukan secara transparan dan profesional
  • Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa dan usaha masing-masing anggota.
  • Pemberian balas jasa dilakukan dengan sistem bagi hasil
  • Jujur, amanah, dan mandiri.
  • Menjalin dan menguatkan antar anggota koperasi, maupun antar lembaga lainnya.
Usaha Koperasi Syariah :
  • Usaha yang dijalankan koperasi syariah harus sesuai dengan fatwa dan ketentuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
  • Usaha koperasi syariah harus meliputi semua kegiatan usaha yang halal, dan bermanfaat da menguntungkan dengan sistem bagi hasil tanpa riba, judi, dan ketidakjelasan.
  • Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah haruslah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Dalam menjalankan usaha, koperasi syariah haruslah disertai dengan sertifikasi usaha koperasi.
Modal Awal Koperasi Syariah :
Di dalam membangun koperasi syariah memerlukan keberanian dan kesamaan visi dan misi di dalam intern pendiri. Selain itu dibutuhkan juga perencanaan yang matang agar koperasi dapat terus berjalan, dan yang tak kalah penting hendaknya koperasi syariah disahkan oleh notaris.
Dan untuk mendirikan Koperasi syariah dibutuhkan modal awal, dan modal awal dapat diperoleh dari modal sendiri, modal penyertaan, maupun dana amanah. Modal sendiri didapat dari simpanan pokok, simpanan wajib, hibah, cadangan, dan donasi. Sedangkan modal penyertaan didapat dari anggota, koperasi lain, bank, penerbitan obligasi, serta sumber lainnya yang sah.
Adapun dana amanah dapa berupa simpanan sukarela anggota, dana amanah perorangan, maupun lembaga.




Koperasi Syariah, Pengertian , Prinsip, Landasan, dan Usaha
Koperasi Syariah secara teknis bisa dibilang sebagai koperasi yang prinsip kegiatan, tujuan dan kegiatan usahanya berdasarkan pada syariah Islam yaitu Al-quran dan Assunnah. Pengertian umum dari Koperasi syariah adalah Koperasi syariah adalah badan usaha koperasi yang menjalankan usahanya dengan prinsip-prinsip syariah. Apabila koperasi memiliki unit usaha produktif simpan pinjam, maka seluruh produk dan operasionalnya harus dilaksanakan dengan mengacu kepada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia.
Berdasarkan hal tersebut, maka koperasi syariah tidak diperkenankan berusaha dalam bidang-bidang yang didalamnya terdapat unsur-unsur riba, maysir dan gharar. Disamping itu, koperasi syariah juga tidak diperkenankan melakukan transaksi-transaksi derivatif sebagaimana lembaga keuangan syariah lainnya juga.
Berikut ini adalah beberapa deskripsi dari Koperasi Syariah yaitu :


Tujuan Koperasi Syariah, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan kesejahteraan masyarakat dan ikut serta dalam membangun perekonomian Indonesia berdasarkan  prinsip-prinsip islam. 

Landasan koperasi syariah :   
  1. Koperasi syariah berlandaskan syariah islam yaitu al-quran dan assunnah dengan saling tolong menolong (ta’awun) dan saling menguatkan (takaful)
  2. Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945
  3. Koperasi syariah berazaskan kekeluargaan
Fungsi dan Peran Koperasi Indonesia:
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya;
  • Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih amanah, professional (fathonah), konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan prinsip-prinsip syariah islam;
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;
  • Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja;
Prinsip Koperasi syariah:
  • Kekayaan adalah amanah Allah swt yang tidak dapat dimiliki oleh siapapun secara mutlak.
  • Manusia diberi kebebasan bermu’amalah selama bersama dengan ketentuan syariah.
  • Manusia merupakan khalifah Allah dan pemakmur di muka bumi.
  • Menjunjung tinggi keadian serta menolak setiap bentuk ribawi dan pemusatan sumber dana ekonomi pada segelintir orang atau sekelompok orang saja.
 Usaha-usaha Koperasi Syariah
  1. Usaha koperasi syariah meliputi semua kegiatan usaha yang halal, baik dan bermanfaat (thayyib) serta menguntungkan dengan sistem bagi hasil dan tanpa riba, judi atau pun ketidakjelasan (ghoro).
  2. Untuk menjalankan fungsi perannya, koperasi syariah menjalankan usaha sebagaimana tersebut dalam sertifikasi usaha koperasi.
  3. Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus sesuai dengan fatwa dan ketentuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
  4. Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(sumber : http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/12/koperasi-syariah-apa-bagaimana/)

Rabu, 13 Juli 2011

sikap

sikap

Semakin lama saya hidup,
semakin saya sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan.
Sikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada kesempatan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. 
Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
,,,,,.

sikap

sikap

Semakin lama saya hidup,
semakin saya sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan.
Sikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada kesempatan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. 
Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
,,,,,.

Selasa, 05 Juli 2011

Motivasi Belajar



Motivasi Belajar 
Motivasi belajar sangat penting dalam pengembangan diri, sebab pengembangan diri adalah belajar, belajar adalah pengembangan diri. Jika Anda ingin lebih suksesdibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya ialah jangan pernah berhenti belajar.
Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik. Jadi untuk mengukur sejauh mana Anda bisa berkembang ialah dengan mengukur sejauh mana motivasi belajar Anda. Bagaimana meningkatkan motivasi untuk belajar?

Meningkatkan Motivasi Belajar

Mengenali Penghambat Motivasi Belajar

Kita harus mengenal terlebih dahulu, apa saja yang melemahkan motivasi belajar. Seringkali semua ini hanyalah mitos belaka. Suatu keyakinan negatif yang meracuni diri kita sehingga malas belajar atau tidak memiliki motivasi belajar. Berikut adalah beberapa mitos tersebut:
  1. Ah Teori!” Banyak orang yang tidak mau belajar karena mereka tidak suka teori. Menurut mereka teori tidak penting, yang penting adalah praktek. Betul, tidak salah sama sekali. Sehebat apa pun teori yang Anda miliki jika tidak diiringi praktek, maka semuanya akan percuma. Namun saat Anda langsung praktek, maka Anda tetap saja akan belajar, yaitu belajar pada pengalaman Anda sendiri. Anda mungkin akan mencoba-coba mencari yang benar. Belajar kepada pengalaman orang lain yang sudah lebih dulu sukses adalah untuk mengurangi coba-coba Anda, sehingga Anda akan lebih cepat untuk berhasil. Teori saja memang salah. Langsung praktek bisa sering salah. Teori ditambah praktek adalah yang terbaik. Belajarlah.
  2. Saya sudah tua, sulit untuk belajar. Tidak ada kata terlalu tua untuk belajar. Kesulitan belajar karena Anda sendiri yang menghentikan belajar sehingga pola pikir kita menjadi berubah, dari pola pikir belajar menjadi pola pikir yang tertutup. Saat kualiah saya melihat banyak dosen yang sudah senior masih tetap membeli buku dan belajar. Mereka sudah tua tetapi masih belajar karena mereka biasa belajar. Jika Anda merasa sulit belajar, biasakanlah belajar meskipun sedikit demi sedikit sampai Anda terbiasa lagi belajar.
  3. Tidak ada waktu. Jika Anda sudah membaca ebook saya Seni Mengelola Waktu, maka Anda tidak akan lagi mengatakan bahwa tidak ada waktu. Alasan tidak ada waktu hanya ilusi belaka. Semua orang memiliki waktu, tetapi mengapa orang lain bisa tetapi Anda tidak? Bukan waktu yang menjadi masalah, tetapi pilihan Anda. Apakah Anda mau memprioritaskan belajar atau tidak?
 Jenis-jenis Motivasi Belajar

Berbicara tentang jenis dan macam motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Sardiman mengatakan bahwa motivasi itu sangat bervariasi yaitu:
1.    Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
  • Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir
  • Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari.

2.    Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam sardiman:
  • Motif atau kebutuhan organismisalnya, kebutuhan minum, makan, bernafas, seksual, dan lain-lain.
  • Motof-motif darurat misalnya, menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dan sebagainya.
  • Motif-motif objektif

3.    Motivasi jasmani dan rohani
  • Motivasi jasmani, seperti, rileks, insting otomatis, napas dan sebagainya.
  • Motivasi rohani, seperti kemauan atau minat.

4.    Motivasi intrisik dan ekstrinsik
  • Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu diransang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
  • Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya peransang dari luar. (Sardiman, 1996: 90).

Pendapat lain mengemukakan bahwa dua jenis motivasi yaitu sebagai berikut:
“Motivasi primer, adalah motivasi yang didasarkan atas motif-motif dasar. Motivasi skunder, adalah yang dipelajari” (Dimyanti dan Mudjiono, 1999:88).

Adanya berbagai jenis motivasi di atas, memberikan suatu gambaran tentang motif-motif yang ada pada setiap individu. Adapun motivasi yang berkaitan dengan mata pelajaran bahasa arab adalah motivasi ekstrinsik, dimana motivasi ini membutuhkan ransangan atau dorongan dari luar misalnya, media, baik media visual, audio, maupun audio visual serta buku-buku yang dapat menimbulkan dan memberikan inspirasi dan ransangan dalam belajar.

Adapun bentuk motivasi yang sering dilakukan disekolah adalah memberi angka, hadiah, pujian, gerakan tubuh, memberi tugas, memberi ulangan, mengetahui hasil, dan hukuman. (Djmarah dan zain, 2002 : 168). Dari kutipan di atas, maka penulis dapat menjelaskan hal tersebut sebagai berikut:
a)    Memberi angka
Memberikan angka (nilai) artinya adalah sebagai satu simbol dari hasil aktifitas anak didik. Dalam memberi angka (nilai) ini, semua anak didik mendapatkan hasil aktifitas yang  bervariasi. Pemberian angka kepada  anak didik diharapkan dapat memberikan dorongan atau motivasi agar hasilnya dapat lebih ditingkatkan lagi.

b)    Hadiah
Maksudnya adalah suatu pemberian berupa kenang-kenangan kepada anak didik yang berprestasi. Hadiah ini akan dapat menambah atau meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa karena akan diangap sebagai suatu penghargaan yang sangat berharga bagi siswa.

c)    Pujian
Memberikan pujian terhadap hasil kerja anak didik adalah sesuatu yang diharapkan oleh setiap individu. Adanya pujian berarti adanya suatu perhatian yang diberikan kepada siswa, sehingga semangat bersaing siswa untuk belajar akan tinggi.

d)    Gerakan tubuh
Gerakan tubuh artinya mimik, parah, wajah, gerakan tangan, gerakan kepala, yang membuat suatu perhatian terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Gerakan tubuh saat memberikan suatu respon dari siswa artinya siswa didalam menyimak suatu materi pelajaran lebih mudah dan gampang.

e)    Memberi tugas
Tugas merupakan suatu pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan. Pemberian tugas kepada siswa akan memberikan suatu dorongan dan motivasi kepada anak didik untuk memperhatikan segala isi pelajaran yang disampaikan.

f)    Memberikan ulangan

Ulangan adalah strategi yang paling penting untuk menguji hasil pengajaran  dan juga memberikan motivasi belajar kepada siswa untuk mengulangi pelajaran yang telah disampaikan dan diberikan oleh guru.

g)    Mengetahui hasil
Rasa ingin tahu siswa kepada sesuatu yang belum diketahui adalah suatu sifat yang ada pada setiap manusia. Dalam hal ini siswa berhak mengetahui hasil pekerjaan yang dilakukannya.

h)    Hukuman
Dalam proses belajar mengajar, memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan kesalahan adalah hal yang harus dilakukan untuk menarik dan meningkatkan perhatian siswa. Misalnya memberikan pertanyaan kepada siswa yang bersangkutan.



3.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Dalam aktifitas belajar, seorang individu membutuhkan suatu dorongan atau motivasi sehingga sesuatu yang diinginkan dapat tercapai, dalam hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar antara lain:

1.    Faktor individual
Seperti; kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.

2.    Faktor sosial
Seperti; keluaga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat dalam belajar, dan motivasi sosial ( Purwanto, 2002 : 102)


Dalam pendapat lain, faktor lain yang dapat mempengaruhi belajar yakni:
a)    Faktor-faktor intern

1.    Faktor jasmaniah

2.    Faktor fhsikologis
  • Intelegensi
  • Minat dan motivasi
  • Perhatian dan bakat
  • Kematangan dan kesiapan

3.    Faktor kelelahan
  • Kelelahan jasmani
  • Kelelahan rohani

b)    Faktor ekstern
1.    Faktor keluarga
  • Cara orang tua mendidik
  • Relasi antara anggota keluarga
  • Suasana rumah
  • Keadaan gedung dan metode belajar

2.    Faktor sekolah
  • Metode mengajar dan kurikulum
  • Relasi guru dan siswa
  • Disiplin sekolah
  • Alat pengajaran dan waktu sekolah
  • Keadaan gedung dan metode belajar
  • Standar pelajaran di atas ukuran dan tugas rumah

3.    Faktor masyaraka
  • Kegiatan siswa dalam masyarakat
  • Mass media dan teman bergaul
  • Bentuk kehidupan masyarakat (Slameto, 1997 :71)
   
Adanya berbagai faktor yang mempengaruhi belajar siswa di atas, peneliti dapat memahami bahwa adanya faktor tersebut dapat memberikan suatu kejelasan tentang proses belajar yang dipahami oleh siswa. Dengan demikian seorang guru harus benar-benar memahami dan memperhatikan adanya faktor tersebut pada siswa, sehingga didalam memberikan dan melaksanakan proses belajar mengajar harus memperhatikan faktor  tersebut, baik dari psikologis, lingkungan dengan kata lain faktor intern dan ekstren.

Minggu, 03 Juli 2011

keberanian

Hidup adalah perjuangan!
Entah kapan !!!!!!! dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut diatas,
 yang jelas semua dari kita tidak hanya sering kali mendengar,
 tidak hanya sering kali membaca,
namun sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, menyadari atau tidak, kita sendiri telah mengalami dan merasakan bahwa memang "Hidup adalah perjuangan".